Kumpulan Materi
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 November 2012
Senin, 26 Desember 2011
Analisa dan perancangan sistem informasi ganjil 2011
Berikut adalah materi kuliah analisa dan perancangan sistem informasi saya pada semester ganjil 2011.
- 01 Pengantar analisa dan perancangan sistem informasi
- 02 Analisa sistem
- 03 Aliran sistem informasi
- 04 Aliran sistem informasi - diskusi
- 05 Data flow diagram
- 06 Data flow diagram - diskusi
- 07 Entity Relationship diagram
Minggu, 25 Desember 2011
Analisa dan Perancangan Sistem Akuntansi (Microsoft Access 2007)
Berikut ini adalah slide materi kuliah saya dalam Analisa dan Perancangan sistem akuntansi. Mata kuliah ini menggunakan microsoft access 2007 sebagai aplikasi pembuat sistem. Sistem yang dibuat adalah sebuah sistem akuntansi menggunakan kasus "Domino Printing".
- 01 Pengantar analisa dan perancangan sistem
- 02 Pengantar Microsoft access 2007
- 03 Desain terinci laporan keuangan
- 04 Tabel dalam microsoft access
- 05 Form dalam microsoft access
- 06 Query dalam microsoft access
- 07 Report dalam microsoft access
- 08 Ujian mid
- 09 Relationship dalam microsoft access
- 10 Form lanjutan dalam microsoft access (combo box)
- 11 Form dan sub form (membuat entri jurnal)
- 12 Form dan sub form lanjutan (jurnal dengan combo box)
Sabtu, 24 Desember 2011
Pemrograman Berorientasi Objek II dengan Visual Basic Semester Ganjil 2011
Berikut ini adalah daftar slide presentasi saya dalam matakuliah pemrograman berorientasi objek II dengan menggunakan visual basic 6.0 dan SQL Server 2000:
- 01 Perkenalan Visual Basic
- 02 Struktur Program dan Debugging dalam Visual Basic
- 03 Variabel, percabangan, dan perulangan dengan Visual Basic
- 04 Prosedur dan fungsi dalam visual basic
- 05 Prosedur dan fungsi dalam visual basic (latihan)
- 06 Enkapsulasi, inheritance dan polymorphism dalam visual basic
- 10 Class dalam visual basic
- 11 Membuat ActiveX menggunakan Visual basic
- 12 SQL Server 2000
- 13 Mengakses SQL Server 2000 melalui Visual basic
Selasa, 22 Juni 2010
Proses dan Permodelan Enterprise: Workflow Driven Methodology
Workflow Driven Methodology
Organisasi sekarang dibuat berdasarkan fungsional, seperti keuangan, kepegawaian. Dengan sistem informasi seharusnya kita juga bisa mengubah proses yang ada di organisasi.
Prinsip manajemen proses
- Keinginan meningkatkan kinerja (penggerak utama perubahan)
- Perubahan harus berdasarkan stakeholder (semua pihak yang memiliki kepentingan, dikhususkan yang berhubungan langsung, juga melibatkan bagian dalam dari organisasi)
- Proses perubahan harus bisa dilacak berdasarkan kebutuhan, arahnya ke akuntabilitas perusahaan tersebut bisa dipertanggungjawabkan
- Perubahan harus dikelola secara utuh dan menyeluruh diseluruh lingkup organisasi, diperlukan leadership yang baik. Harus ada rencana jangan hanya bersifat reaktif saja.
- Keinginan perubahan harus disosialisasikan dengan baik kepada yang lain. Karena biasanya perubahan proses bisa mengubah struktur organisasi
- Keinginan perubahan sebaiknya dibuat dari luar ke dalam. Jangan hanya diperhatikan orang-orang yangsuka berkomentar
- Perbaikan proses harus didasarkan kerangka waktu tertentu. Ini berorientasi pada perubahan yang sifatnya gradual (periodik).
- Perubahan bisnis harus melibatkan semua orang
- Perubahan bisnis adalah perjalanan bukan hasil.
Proses adalah hasil bukan kerja
Yang penting adalah hasilnya bukan kerjanya. Bahwa selain konsumer yang langsung juga diperhatikan stakeholder yang lain seperti pemilik. Hasil merupakan bagian terpenting dari proses, contoh paraf kecil pada pembuatan surat. Hasil harus dinyatakan jelas ada output harus bisa diklasifikasi.
Countable harus dilakukan pengukuran / dibuat aplikasi / sensor.
Kenapa tekstil indonesia kalah dengan cina?, di china masih konsep craftworker yang berorientasi pada hasil.
Holistik yang melengkapi perbaikan proses
- Workflow diagram (alur), ada pada buku Roger R. Pressman tentang Software Engineering tentang swimline diagram
- Teknologi informasi
- -
- Proses akan baik jika memperhatikan orang yang didalamnya
- -
- -
Kita harus memperhatikan non teknis tapi kemungkinan bisa diminimalkan Information technology saja cukup.
Kalau perubahan secara cepat disebut dengan reingineering.
Timebox: setingan waktu kapan kira-kira selesainya, tidak melulu iteratif, apakah pertaham itu tergantung desainnnya
Misi
Misi adalah mimpi yang harus dicapai, akibatnya ada yang harus dikerjakan
Strategi kompetitif
- Harga murah mutu sama
- Kustomasi, kalangan tertentu suka hal-hal yang spesifik, produk tertentu dengan sasaran tertentu, atau sasarannya adalah semua.
Ketiganya misi, strategi, dan sasaran harus ada. Di Indonesia sasaran dan tujuan sering melekat pada pemimpin.
As-is bisa dianalogikan dengan foto barang, bisa dilihat plus dan minusnya
Fungsi dan Proses
Fungsi dan proses adayang dibedakan berdasarkan fungsi (misal: keuangan), wilayah (misal: pusat dan daerah), atau produk (misal: unilever, dengan produk sampo, sabun, dll).
Berbasis fungsi: contoh proses adalah saat konsumen membeli produk, pembeli akan melewati beberapa fungsi yang ada
Fungsi : berjalan vertikal
Proses: berjalan horizontal
Dalam sebuah fungsi bisa saja terdapat sebuah proses.
Berfokus pada fungsional saja, siapa sebenarnya pemilik proses?, misalnya orang membeli mobil berhubungan dengan sale, ketika mobilnya tidak datang-datang, maka pembeli mengontak sales, komentas si sales adalah:" kan sudah saya kirim, silahkan hubungi bagian delivery".
Tidak ada ketergantungan alat workflow dengan ASI (flowmap), semuanya tergantung kebutuhan saja.
CRM bukanlah proses tapi dia lintas fungsi.
Menetapkan Batasan Proses
Masalah dengan proses
Seringkali proses bisnis menjadi kambing hitam dalam kegagalan sebuah implementasi. Seringkali proses: rangkaian aktifitas fisik dan logik.............. , bahkan semua jobdesk juga dianggap sebagai proses. Kadang kala beberapa proses yang banyak dianggap satu buah proses saja padahal ruang lingkupnya besar.
Masalah dengan terminologi
Proses adalah:
Fungsi adalah pekerjaan
Aktifitas: fungsi yang dilakukan secara normal
Task: serangkaian potongan pekerjaan yang dilaksanakan dalam waktu tertentu
Ke 4 hal ini harus dipahami dengan baik
Prosedur: rangkaian task atau aktifitas, fungsi dari atas kebawah, proses dari kiri ke kanan
Apakah proses itu?
Langkah perusahaan untuk mengatur kerja dan sumberdaya dalam mencapai tujuannya. Terjadi kecenderungan organisasi mengelompokkan kerja dan sumberdaya menggunakan spesialisasi. Agar pegawai memahami proses dengan lebih lengkap perlu pegawai tersebut. Organisasi mencoba untuk mengatur berdasarkan output.
Proses bisnis: rangkaian kerja yang berhubungan yang dimulai dari even yang didapatkan dari hasil tertentu untuk konsumen proses tersebut. Kerja sehari-hari belum tentu proses karena bukan rangkaian. Proses bisnis dimulai dari suatu even tertentu. Bertujuan untuk mencapai hasil terrtentu atau ada awal dan akhir. Contoh: kuliah ada awal dan akhirnya, akademik bukanlah sebuah proses bisnis karena terlalu besar.
Fungsi marketing tidak menghasilkan apa-apa
Yang menghasilkan produk terteuntu
Kalau tidak menghasilkan produk bisa menjadi tanda tanya. Produk itu harus bisa diidentifikasi dan dihitung. Contoh hotel: berapa banya takmu, pendidikan: berapa banyak mahasiswa, rumah maakan: berapa banyak nasi. Contoh proses pengembangan produk baru, proses pemenuhan order, pengangkatan pegawai.
Contoh fungsi: riset dan development, help desk, telemarketing, human resource
Pemberian nama yang baik juga perlu dalam proses disampaikan berapa yang dibuat
Untuk konsumen dari proses
Konsumen adalah penerima hasil produk dari proses bisnis. Pada saat disain proses kita juga memperhatikan kepentingan stakeholder. Misal proses warung, pesan-makan, kalau itu saja stakeholder rugi, maka harus ada proses yang ketiga yakni proses bayar, pesan-makan-bayar.
Konsumen: terkena dampak langsung dari proses
Stakeholder: bisa eksternal dan internal
Dimulai dari respon untuk efek-efek tertentu
Kita harus bisa melacak penyebab proses, even adalah sesuatu yang membuat proses itu berjalan. Even: permintaan khusus, karena adanya permintaan tenaga kerja pendidik maka berjalanlah proses pendidikan.
Karena ada orang yang lapar maka ada proses warung. Harus ada even / trigger yang memulai proses tersebut untuk berjalan.
Work task
Potongan-potongan kegiatan yang bisa kita sebut sebagai langkah. Yang dikerjakan pada satu / lebih aktor yang bekerjasama. Misal: pabrik melalu beberapa langkah, operasi.
Tapi beberapa pekerjaan melalu meja mengisi paraf kecil-kecil
Kumpulan yang saling berhubunngan
Hubungan antar proses bisa saling dilacak kembali sehingga ditemukan event / trigger pencetusnya yang mana.
Proses bisnis vs. fungsi
Semenjak dahulu organisasi dikelola berdasarkan fungsi. Proses bisnis bisa mengalir dari fungsi ke fungsi lain. Berjalan horizontal dalam fungsi-fungsi. Karena seringkali tidak didefinisikan engan baik, sering terjadi masalah stovepipe (sumbu kompor) tapi aada cross-functional process seperti CRM yang dianggap sebagai sebuah proses yang dikenal dengan istilah "horizontal silos"
Proyek bisnis dan skop proyek
Semua proyek membutuhkan lingkup yang tegas. Jika dalam bentuk lisan tidak bisa menjadi pegangan. Sebagian besar pengembangan TI dalam bentul fungsional bukan proses
Konsekwensinya adalah:
- Arah proses yang berputar
- Improvement malah mengacaukan
- Menambah masalah yang lain
Proses bisnis
Proses bisnis mempunyai even pada awal yang menjadi trigger yang bisa berawal dari dalam / luar. Proses harus membuat hasil yang bisa diukur. Berorientasi pada konsumen (biasanya trigger awal). Proses bisnis akan melintasi departemen, unit kerja dan sebagainya. Contoh penerimaan mahasiswa baru, dimulai dari bagian akademik, kemudian mahasiswa memilih matakuliah yang berhubungan dengan pra sarana, kemudian kebagian keuangan, kemudian kembali ke bagian akademik, namun ada juga yang hanya berada dalam satu departemen.
Proses yang lebih besar lebih mudah ditangani, semakin banyak aktifitas semakin mudah di di identifikasi karena dia membawa data dan informasi
Lingkup proyek
Lingkup proyek sebaiknya tidak melebih wewenang pemberi tugas tersebut.
Jika sebuah proyek panjang jangan dilakukan sebagian saja. Rangkaian aktifitas crossfunctional seringkali tidak berdampak baik. Karena pada dasarnya menjadi kumpulan aktifitas yang tidak membentuk proses yang utuh.
Masalah umum dalam menentukan batas proses
- Terlalu besar (bodylock error)
- Terlalu kecil (bodylock error)
- Seringkali aktifitas-aktifitas dikumpulan yang bukan merupakan suatu proses
Untuk menghindari kesalahan tersebut ada 3 prinsip dasar:
- Bottom up, yakni upaya identifikasi proses dilakukan dengan mengumpulkan seluruh pihak yang terlibat dalam aktifitas. Perlu mengumpulkan semua orang untuk klarifikasi
- Identifikasi proses-proses yang berada diluar batasan pekerjaan kita (supaya kita bisa membuat batasan)
- Gunakan penamaan yang baik dengan peraturaan penamaan tertentu
Ruanglingkup komponen dari dari proses
Penamaan proses menggunakan verb-noun
Tentukan trigger apa yang memicu proses bisnis
Hasil yang dicapai oleh proses tersebut, terutama dari sudut pandang yang berbeda baik dari pemroses maupun dari konsumen. Idealnya adalah top down, tapi konsumen harus diikut sertakan setelah itu
Konsumen yang meneruma hasil
Kita harus perhatikan stakeholder lain yang terlibat dan hasil yang mereka harapkan.
Pada dasarnya suatu proses terdiri dari 5-7 milestone utama
Harus dinyatakan pelaku-pelaku yang terlibat dalam proses, bisa orang bisa mesin (pelaku)
Mekanisme yang dilakukan untuk mendukung jalannya proses
Waktu dan frekwensi
Proses lain yang bereleasi namun diluar ruang lingkup
Komponen yang akan dituliskan ketika kita mendefinisikan proses
Proses Map seluruhnya
Gambar keseluruhan proses map untuk area suppy management
Identifikasi proses
Top down
Bottom up
Langkah-langkah:
- Brainstorming (pengumpulan pendapat yang tidak boleh dibantah). Walaupun dugaan sudah ada namun info tetap perlu. Semua aktifitas dikumpul
- Rangkaian aktifitas kita hubungkan. Berikutnya identifikasi rasio, pada saat merangkai aktifitas kita juga merangkai keterhubungan antar aktifitas 1:1, hubungannya 1:1, 1:M satu ke banyak. Jika rangkaian aktifitas adalah 1:1 maka itu dikatakan proses yang baik. Jika 1:M atau M:1 maka salah satu proses akan menunggu.
- Kelompokkan proses berdasarkan frekwensi
Penamaan proses juga harus menghindari sejumlah nama tertentu.
Tentukan even yang menjadi trigger
Ada trigger yang dari luar (core business)
Supporting proses biasanya dari internal
Event dilaksanakan oleh pelaku
Identifikasi keterlibatan stakeholder
Kita harus membedakan antara hasil dan tujuan perusahaan. Kumpulan hasil (output) bisa menunjukkan tujuan kita bisa tercapai atau tidak
Identifikasi langkah-langkah utama
Ada bisa lebih dari satu pandangan, misalnya satu orang berpendapat ada 3 proses. Ada yang berpendapat ada 3 proses
Identifikasi peran
Organisasi utama dan fungsi pekerjaan yang terlibat
Pilih prosesnya
- Tentukan intervensi
- Adanya permintaan perbaikan kita harus mengidentifikasi apakah itu merupakan proses bisnis atau tidak
- Apakah manfaat yang dihasilkan sudah crossfunctional
- Ini harus dikemas sebagai sebuah proses utama
- Dalam kebanyakan proyek
i. Terima pengarahan
ii. Lakukan manipulasi
- Pendekatan analisis
Langkah-langkahnya:
- Tentukan critical success factor
Biasanya ini bersifat individual / organisasional, contoh: ada walikota padang panjang: walikota rumah sakit
- Tentukan proses utama
- Kita harus membuat matrik untuk menggabungkan critical success faktor dengan proses yang ada dan bagaimana masuknya
- Assess the brokeness of each process
Kamis, 17 Juni 2010
Proses dan Permodelan Enterprise: Beberapa Defenisi
Bisnis adalah suatu rangkaian tahapan / prosedur dari kegiatan manufaktur atau lainnya (oxford dictionary). Bisnis juga dapat dikatakan sebagai kumpulan aktifitas, yang dikumpulkan bersama, membuat value bagi customer, contohnya produk baru bagi konsumen, kegiatan ini saling berhubungan. Sedangkan menurut dictionary.com bisnis adalah kumpulan aksi, perubahan, atau fungsi yang menghasilkan sesuatu.
Value
Bagi mahasiswa yang kost , ketika mencuci baju maka menggunakan penjepit baju untuk menjemurnya. Value dari penjepit baju disini adalah agar pakaian tidak jatuh, harganya murah. Sedangkan penjepit dasi supaya dasi tidak ikut jatuh ketika seseorang menunduk tetapi harganya mahal. Penjepit baju dinilai dari kegunaan, sedangkan penjepit dasi dinilai dari estetis. Value adalah sesuatu yang dipersepsi oleh penerimanya.
Penjepit dasi walaupun use valuenya adalah sama-sama menjepit tapi dia memiliki persepsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penjepit baju.
Dari value ini bisnis bisa diartikan sebagai suatu organisasi yang tujuan utamanya memberi nilai suatu hasil bagi penerimanya. Kegiatan organisasi disini, diasumsikan sebagai serangkaian tindakan yang dilakukan oleh organisasi.
Ada suatu kondisi yang mentrigger proses terjadinya bisnis tersebut. Sejumlah sumberdaya akan ditransformasi menjadi produk / jasa. Hasilnya bisa berupa fisik / non fisik. Contoh: perubahan fisik: pisang menjadi pisang goreng. Contoh perubahan logik: pasien menjadi sehat. Segala sesuatu kegiatan bisnis itu tidak berdasarkan keuangan, tujuannya untuk membentuk value.
Key Performance Indikator (KPIs)
Selain harus melayani konsumen, bisnis juga melakukan pengukuran performance, dengan menggunakan Key Performance indikator (indikator yang mengukur berjalan atau tidaknya bisnis tersebut). Kita contohkan sebuah perjalanan dari bandung ke jakarta. Goal indikatornya adalah jakarta, misalnya dapat dicapai dalam waktu 5 jam 10 menit. Performance indikator adalah alat bantu yang dipakai selama perjalanan, misal lewat tol bisa dipercepat menjadi 3 jam. Indikator minyak juga bisa kita jadikan patokan untuk pergi ke pom bensin atau tidak, apakah harus menunggu derek. Atau dinilai kondisi tol macet. Dashboard mobil juga bisa kita jadikan performance indikator.
KPIs kemudian dievaluasi untuk menentukan kembali requirement dari investor dan pemilik bisnis. Memuaskan konsumen dan pemilik bisnis sekaligus adalah sulit, karena keduanya bertentangan.
Yang kita butuhkan adalah bagaimana mengukur indikator-indikator kinerja bisnis
Transformasi Bisnis
Bisnis menggunakan beberapa sumberdaya yang bisa digunakan ulang untuk memungkinkan transformasi tersebut. Kapabilitas ini meliputi:
1. proses bisnis yang cross functional , menariknya bisnis mungkin tidak mengenal ini sebagai sebuah proses. Contohnya adalah PMB
2. fasilitas fisik yang meliputi kantor, pabrik, perlengkapan, dan peralatan
3. teknologi komputer dan telekomunikasi, ini memungkinkan aliran informasi, sharing pengetahuan, dan komunikasi
4. sumberdaya manusia
Function
Function adalah aktifitas atau tindakan yang dilakukan agar menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan yang diiinginkan. Contoh fungsi adalah DPR yang membuat aturan, presiden yang melaksanakan aturan, dan bagian keuangan yang mengelola keuangan.
Tindakan itu bisa kita sebut fungsional jika sesuai dengan yang kita inginkan bukan dari sisi produk yang dihasilkannya.
Kebutuhan membuat aturan: bagaimana membuat agar aturan itu terwujud bukan dari produk hasilnya.
Pembagian fungsi
1. Fungsi dasar adalah karakteristik atau sesuatu yang harus dicapai akibat dari solusi teknis yang kita pilih. Misalnya jendela yang fungsinya untuk mentransmisi cahaya dan udara. Jika solusi teknis kita memakai kaca karena yang diinginkan adalah mendapatkan cahaya, jika fungsi yang diinginkan utnuk udara maka pakai kayu berlubang-lubang atau kawat nyamuk
2. Fungsi sekunder adalah kinerja yang kita lakukan dalam rangka hal lainnya. Contohnya penjepit dasi dan penjepit baju mempunyai fungsi yang sama, namun penjepit dasi diberi fungsi tambahan dari sisi tampilan sehingga harganya bisa menjadi lebih mahal
Biaya
Adalah sesuatu yang kita bayarkan karena kita memperoleh manfaat dari produk tersebut. "one man price is another man cost".
Sesuatu yang dipersepsi tadi dicoba untuk dikualifikasi maka digunakan ukuran dalam bentuk mata uang, usaha, pertukaran dan lain-lain yang menyatakan keinginan akan suatu produk/kondisi ideal.
Sehingga dinyatakan:
Value=Function/Cost
Artinya dari sisi proses, suatu proses akan bernilai baik jika valuenya tinggi, hal ini bisa kita buat karena fungsinya tinggi atau costnya yang kita rendahkan. Zaman dahulu mainan anak berasal dari kayu sehingga harganya mahal, sekarang mainan dibuat dari plastik harganya lebih murah namun fungsinya tetap sama.
Bagaimana kita bisa memiliki proses yang valuenya tinggi.
Sebelum kita membuat surat dalam sebuah instansi pemerintah, biasanya ada paraf dari beberapa kepala unit tertentu. Itu adalah bentuk ketidak percayaan pimpinan, ini tidak memiliki nilai tambah sama sekali. Hanya supaya yang ditandatangani benar, dia minta anak buahnya untuk bertangggungjawab.
Bagaimana kita nantinya mengurangi cost
Fugction lebih dari sesuatu dari awal yang kita semua terkait dengan investasi / pengadaan. Misal mainan anak-anak yang dari kayu lebih tahan dibandingkan dengan dengan yang dari plastik.
Rumus itu sebaiknya dari sudut pandang produser
Worth
Adalah nilai minimal yang dikeluarkan sehingga kita mampu memberikan fungsi yang diinginkan
Asumsinya dalam membut produk / jasa ada batasan minimal yang tidak boleh dilanggar sehingga sebagai produsen kita tidak rugi.
Function akan dibreakdown dari fungsi-fungsi utama, fungsi dasar diidentifikasi kemudian biaya yang dikeluarkan untuk fungsi dasar itu disebut worth.
Tujuan utama adalah untuk menghilangkan variasi yang tidak perlu. Misal jika terjadi disaster.
Untuk produk yang sama dengan vendor-vendor lain, requrement sekarang kearah mana?, fungsi, estetik. Misal bank yang memiliki fasilitas internet banking.
Waktu proses: worth
Waktu siklus: cost
Misal ada Dr. A yang pasiennya banyak. Waktu proses: waktu selama kita dilayai oleh si dokter (worth), waktu siklus adalah waktu kita datang sampai kita pulang (cost). Bagiamana caranya yang tidak terpakai itu bisa dihilangkan.
Value analysis
Adalah mengidentifikasi dan mengeliminasi biaya yang tidak perlu (yang tidak terkait dengan produk atau kepuasan konsumen). Function kok tidak dihitung?
Managing without manager: Orang anak kaya, satu-satunya anak dari seorang direktur. Diwariskan perusahaan padanya sedangkan dia tidak bermiat. Sehingga dia membuat kebijakan yang aneh. Anak buahnya tidak diberikan kewajiban apa-apa, tidak ada batasan jam masuk, Cuma karena pekerjaan bersifat sekuensial, jika salah satu proses tidak ada mengakibatkan harus ada kesepakatan. Gaji juga begitu terserah, asal sesuai dengan kinerja. Sppd juga diberikan untuk masing-masing batian.
Jadi harus diidentifikasi apakah culture, adalah pembuat aturan yang tidak jelas
Proses
Adalah kumpulan tugas yang secara logika saling berhubungan yang digunakan untuk mencapai hasil bisnis yang telah didefinisikan. Proses adalah kumpulan tindakan yang menggunakan input, dan kemudian menambahkan value untuk mendapatkan output yang diinginkan.
Kita ambil contoh beli ayam di KFC, para pelanggan dibudayakan untuk antri. Ini adalah contoh value dengan minimalisasi jumlah biaya. Dengan memberikan image moderniasi sehingga pelayannya bisa berkurang.
Contoh lain adalah pelayanan online, mengurangi jumlah pegawai untuk menawarkan barang, menerima uang dan lain sebagainya.
Identifikasi proses seperti ini banyak berhasil jika aktifitasnya bisa diamati secara fisik (contohnya manufaktur). Untuk jasa ini agak sulit dilakukan, (misalnya software house)
Ada upaya untuk membedakan value berdasarkan unit usaha.
Macam-macam Proses
1. Inti, adalah kegiatan untuk menambahkan value yang mempertemukan kebutuhan bisnis dan konsumen
Pada saat kit datang ke organisasi biasanya ada penguasa-penguasa kecil yang menyatakan bahwa proses dia adalah yang paling utama diorganisasi tersebut. Proses utama dikaitkan dengan mimpi utama dari perusahaan / organisasi tersebut.
Contoh proses utama di rumah makan: belanja, masak, sajikan.
2. Pendukung, kegiatan yang memungkinkan proses inti untuk berjalan
Proses Bisnis
Adalah kumpulan tugas atau kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang bisa diselesaikan dengan secara berurutan atau paralel, oleh orang atau sistem, baik diluar atau didalam organisasi (buttler group).
Tugas telah didefinisikan sebelumnya dan proses bisa diulang-ulang. Urutan tugas dalam proses biasanya sangat penting.
Sayangnya seringkali proses itu berjalan secara horizontal. Karena melewati marketing yang kemudian dilempar kebagian operasi diteruskan ke keuangan untuk keperluan penyerahan produk, oleh karena itu masing-masing bagian cenderung berfikir untuk dirinya sendiri. Di sisi lain konsumen tidaak mau tahu, karena dia berurusan dengan marketing maka tentunya dia berharap sampai selesai urusannya tetap dengan marketing juga.
Disarikan dari kuliah Proses dan Permodelan Enterprise Bapak Kridanto Surendro dan berbagai sumber
Proses dan Permodelan Enterprise: Sejarah Proses
1. The age of craftworker
2. The age of factory
3. The age of specialist
4. Reingineering
1. The Age of craftworker
Ciri-ciri utama:
- Terjadi pada kurun waktu pertengahan abad 18 sebelum revolusi industri
- Kebanyakan produk dihasilkan oleh pengrajin
- Proses dan produk tidak ada bedanya, jadi seandainya ada usaha untuk mengukur pekerjaan itu sama dengan mengukur produk
- Dikeerjakan di satu tempat
- Satu pekerja mengerjakan seluruh proses
Kelebihan
- Pekerja mengetahui dengan jelas pelanggan, barang, jasa yang diproduksi dan tujuannya diproduksi
- Konsumen hanya perlu menghubungi satu kontak untuk masalah apapun, sebagai contoh adalah penjahit. Sang pelanggan jika ingin memperbaiki baju hanya perlu datang saja kepenjahitnya
- Pengrajin mengetahui proses dari awal sampai dengan akhir
- Tidak terjadi miskomunikasi antar spesialis
Kelemahan:
- Terdapat satu titik penyebab kegagalan, sebagaimana satu titik penyebab kesuksesan, karena bergantung pada satu orang
- Permintaan yang banyak menunjukkan kualitas, pekerja tidak seluruhnya memiliki kemampuan baik di semua aspek
- Output terbatas
- Pengrajin baru harus sudah memiliki kemampuan yang baik, artinya orang dengan kemampuan biasa-biasa saja tidak bisa langsung menjadi pengrajin, tapi harus melakukan magang, kerja praktek atau sebagainya.
Produk cina membanjiri Indonesia karena produk yang dihasilkan bukan berdasarkan jam kerja (bukan seperti di Indonesia), namun berdasarkan kinerja, semakin tinggi kinerja semakin tinggi penghargaan. Sedangkan di Indonesia yang dibutuhkan adalah checklist jam masuk, dan checklist jam keluar. Untuk industri tertentu tetap menggunakan pengrajin, dengan produk akhir sebagai imbalan.
2. The age of Factory
Ciri-ciri:
- Didorong oleh mesin uap yang ditemukan oleh James Watt
- Mulai ada pembagian pekerjaan
- Jumlah perproduksi perpekerja meningkat drastis, akan sangat efisien sebab kerja sudah dibagi-bagi.
- Dibentuk divisi kerja dengan spesialisasi yang lebih fokus
3. The age of specialist
Ciri-ciri
- Revolusi industri menyebabkan kebutuhan spesialis meningkat, tidak hanya di manufaktur saja merembet pada fungsi-fungsi lain, seperti keuangan dan lain-lain
- Penyempurnaan produk dengan memanfaatkan riset dan pengembangan
- Mulai ada manajer profesional untuk perencanaan dan pengontrolan
- Organisasi mulai dibangun dengan struktur berdasarkan pembagian fungsi
Kelebihan:
- Output bertambah dengan kualitas yang konsisten
- Lebih mudah mengatur pekerja
- Pekerja memiliki keahlian yang baik pada spesialisasi yang bersangkutan
- Spesialisasi dapat ditambah / dikurangi dengan mudah
- Organisasi diatur dengan manajemen profesional
Kelemahan:
- Fokus pada efisiensi lokal, jika pada bagian pemasaran hanya fokus pada bagian pemasaran yang baik saja
- Pelayanan menurun karena customer tidak dapat melihat proses
- Kurangnya komunikasi
- Merendahkan akuntabilitas individual (dianggap karyawan tidak berpengaruh terhadap produk), perbedaan antara akuntabilitas dengan responsibilitas: akuntabilitas lebih kearah luar, sedangkan responsibilitas: lebih kearah dalam
Kelemahan organisasi fungsional
Organisasi memiliki tujuan umum, sedangkan orientasi fungsional tidak memiliki tujuan umum. Setiap bagian hanya peduli dengan dirinya sendiri. Tidak saling mendukung.
Ada satu masalah yang dikenal dengan istilah masalah sumbu kompor / stove pipe, dengan berbagai kriteria berikut ini:
Sumbu kompor tidak standar ada yang keras, ada yang lunak, ada sumbu yang cepat habis ada yang sumbunya tahan lama. Masing-masing sumbu sibuk dengan dirinya sendiri.
Functional Silo / Stove Pipe
Permasalahan yang terjadi kalau pola pikir terpisah-pisah. Bagaimana proses bisa berjalan dengan baik jika tidak bekerjasama.
Kelemahan
- Pekerjaan suatu divisi dapat dinegasikan oleh divisi lain
- Terjadi waktu tunda pada proses ketika pekerjaan pindah dari satu divisi ke divisi yang lain
4. Reingineering
Dengan reingineering kita menghapus apa yang ada di industri revolusi "Reingineering undoing the industrial revolution". Reingineering berorientasi proses bukan fungsi.
Banyak terjadi kegagalan, hampir 70-80% proyek BPR gagal. Proses-proses yang dipisah sebelumnya disatukan di reingineering.
Kelebihan
- Fokus yang cukup terhadap kustomer dan outcome
- Efisiensi meningkat jauh
- Birokrasi menjadi lebih sederhana
Kelemahan
- Lebih sulit diatur
- Pekerjaan individu lebih luas
- Sulit diimplementasi
- Invest teknologi yang besar
Salah satu proyek reingineering sukses adalah bank. Dulu di bank ada banyak loket, masing-masing loket membidangi hal-hal yang berbeda, kalau mau menabung disatu paket, maka ada satu loket untuk paket tersebut. Misal untuk bank BRI, ada loket Simpedes, BRITAMA, dll. Sedangkan sekarang, hanya ada 2 loket yakni Front Office, dan loket Cashier. Cashier akan melayani penbidgambilan atau pentransferan untuk semua kategori, sedangkan front office (sebagian bank menamakannya Customer Service) menangani hal-hal yang lebih kasuistik seperti pembuatan rekening, penutupan rekening, dll.
Disarikan dari kuliah Proses dan Permodelan Enterprise Bersama Bapak Kridanto Surendro dan berbagai sumber
Selasa, 15 Juni 2010
Proses dan Permodelan Enterprise: Proses Bisnis
Untuk mengatasi gap tersebut dibutuhkan pemahaman proses bisnis dan bagaimana memodelkan Enterprise (kita bisa menggunakan istilah perusahaan atau bagian perusahaan untuk enterprise ini).
Ada 3 hal yang akan dibahas dalam proses dan permodelan sebuah enterprise yakni:
- Analisisi proses bisnis, yang membahas tentang aliran kerja proses bisnis
- Penerapan bisnis (Manajemen proses bisnis)
- Permodelan enterprise
Istilah Bussiness Process Engineering sendiri di Indonesia telah berkembang menjadi Transformasi.
Ada istilah lama yang berbunyi:
Old process with new technology = VERY EXPENSIVE OLD PROCES!
. Kenapa bisa begitu?, karena urut-urutan prosesnya masih berdasarkan kondisi sebelumnya, hanya mengganti teknologi dari manual ke komputerisasi. Padahal yang harus menjadi perhatian bahwa yang harus diperbaiki bukan hanya teknologi tetapi juga harus memperbaiki proses lamanya. Tidak hanya proses saja, sebenarnya kalau perlu kita mengubah sampai ke hal-hal yang paling mendasari proses tersebut, peraturan atau undang-undang misalnya.
Old process with new technology = VERY EXPENSIVE OLD PROCES!
. Kenapa bisa begitu?, karena urut-urutan prosesnya masih berdasarkan kondisi sebelumnya, hanya mengganti teknologi dari manual ke komputerisasi. Padahal yang harus menjadi perhatian bahwa yang harus diperbaiki bukan hanya teknologi tetapi juga harus memperbaiki proses lamanya. Tidak hanya proses saja, sebenarnya kalau perlu kita mengubah sampai ke hal-hal yang paling mendasari proses tersebut, peraturan atau undang-undang misalnya.
Kelompok IT sering mengalami permintaan yang berlebih, hal ini disebabkan karena:
- Permintaan IT sering tidak terstruktur
- Orang-orang IT tidak mempunyai proses formal tentang pengurutan pekerjaan
- Seringkali tindakan orang IT adalah reaktif, ada permintaan baru permintaan itu dilaksanakan. Jika ada permintaan untuk menggunakan e-learning, maka baru orang IT berupaya untuk menggunakan e-learning, jika ada kebutuhan untuk antisipasi pornografi baru orang IT bergerak. Seharusnya dalam kondisi saat ini, orang IT haruslah lebih proaktif
Hal ini disebabkan karena dalam pengajaran IT, para pengajar memposisikan orang IT sebagai Black Box (kotak hitam khusus untuk masing-masing keahlian, ahli software berkutat hanya di software, pakar jaringan hanya membahas jaringan, pakar telematika hanya membahas telematika, sering berkata "oh itu bukan ranah saya.."), sehingga seringkali orang IT memiliki cara pandang bisnis yang sangat rendah, dampaknya kepuasan kustomer menjadi rendah. Padahal harus menjadi perhatian agar kita bisa memahami proses bisnis, proses-proses apa saja yang terjadi dalam bisnis, serta bagaimana cara kerja mereka. Black Box tersebut mengakibatkan pulau-pulau IT, sehingga informasi yang ada dalam sebuah perusahaan menajadi menyebar. Akibatnya dampak yang sangat besar terhadap biaya maintenance dan upgrading yang sangat tinggi.
Terkait dengan peraturan yang harus diubah, kita misalkan saja maintenance dan upgrading tadi. Dalam pemerintahan kita tidak dikenal istilah maintenance dan upgrading, jadi kalau ingin memperbaiki persediaan barang yang ada maka harus dilakukan pengadaan barang baru. Hal ini juga terkait dengan software dan data yang tidak dianggap sebagai aset, padahal maintenance dan upgrading software dan data membutuhkan sumberdaya dan biaya yang tidak sedikit.
Proses Software Development Life Cycle
Kebanyakan yang terjadi saat ini adalah praktisi TI mengerjakan semua proses itu secara mandiri, padahal sebaiknya dikerjakan dengan kerjasama dengan berbagai pihak.
Untuk pengertian implementation sendiri terdapat perbedaan mendasar antara kalangan bisnis dengan IT, kalangan bisnis beranggapan bahwa implementation adalah proses penerapan sistem yang telah dikembangkan. Sedangkan bagi kalangan IT Implementation adalah proses CODING!.
Analisis ->
- mengerti as is system
- identifikasikan pegembangan
- membangun konsep menjadi to be system
Isi yang seharusnya ada dalam sebuah kegiatan analisa adalah:
- menggambarkan potret kegiatan/proses yang sedang berjalan
- usulan perbaikan yang diberikan
Tool tidak harus dikelompokkan, semuanya tergantung penggunaanya, tidak perlu digunakan istilah tool lama maupun tool baru. Termasuk dalam hal ini DFD, dan lain sebagainya, sebuah tool akan bermanfaat jika bisa digunakan untuk proses dimaksud.
Identifikasi
Yang dimaksud dengan identifikasi adalah bagaimana mengidentifikasi fungsi-fungsi supaya dijalankan dengan baik oleh organisasi tersebut. Hal ini dibatasi oleh pemetaan proses.
Catt: Disarikan berdasarkan pemahaman penulis dari kuliah Proses dan Permodelan Enterprise bersama Bapak Kridanto Surendro dan berbagai sumber
Selasa, 16 Juni 2009
Materi Pemrograman Berorientasi Objek I Pertemuan 15 Membuat Faktur
Membuat sebuah faktur merupakan sebuah seni tersendiri, kita harus menggabungkan empat buah tabel (mungkin lebih) menjadi sebuah report. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat report faktur OOP I Pertemuan 15
Rabu, 03 Juni 2009
Jawaban Ujian Mid Bahasa Pemrograman I
Berikut ini adalah jawaban Ujian Mid Bahasa Pemrograman I kemaren, silahkan diperiksa jawaban anda masing-masing, ditunggu komplainnya (bukan berharap lohh...) download jawaban ujian mid
Selasa, 12 Mei 2009
Materi Matakuliah Bahasa Pemrograman 1 Semester Genap 2008 / 2009 Pertemuan 1 s.d 8
Sedangkan materi pertemuan 5-6, dan 7-8 digabung karena dalam pelaksanaan perkuliahannya juga digabung, selamat belajar!
Senin, 04 Mei 2009
Tugas Bahasa Pemrograman I Pertemuan 5 Semester Genap 08 09
Lat510:
2 1 2 1 3 3 3 4 4 5 4 7 ... (sebanyak 100 angka)
Lat511:
2 4 2 4 6 4 6 8 6 8 10 8 ... (sebanyak 100 angka)
Lat512:
13 14 13 14 11 12 11 12 15 16 15 ... (sebanyak 100 angka)
Bagi yang ingin mendownload materi Kuliah Bahasa Pemrograman I, silahkan mendownload link dibawah ini:
Pertemuan 2: Variabel dan Konstanta
Pertemuan 4: Kondisi
Pertemuan 5: CASE dan perulangan
Senin, 13 Oktober 2008
Materi Kuliah Pascal Tadris Matematika Ganjil 2008/2009: Beberapa Fakta yang Terlupakan dalam Debugging (Mengecek Kesalahan) dalam Turbo Pascal
Debugging adalah seni dalam pemrograman. Jika kita membuat sebuah program, awalnya tentunya karena ketidak sengajaan, ide-ide kreatif, lupa dan sebagainya kita menghasilkan belasan baris kode yang memiliki kesalahan-kesalahan. Kesalahan dari algoritmanya, atau penulisan sintak yang tidak benar. Langkah-langkah untuk mengatasi kesalahan tersebut sehingga diperoleh program yang benar disebut dengan Debugging.Istilah debugging sebenarnya berasal dari cerita yang unik, saya tidak tahu apakah cerita ini benar atau tidaknya, saya mendapatkannya berdasarkan cerita dari dosen sewaktu kuliah dulu, ditambah dengan cerita diberbagai majalah komputer.
Alkisah disebuah perusahaan besar yang memiliki jaringan antar komputer yang cukup banyak, mengalami permasalahan dalam menghubungkan 2 buah komputer (kabel coaxial,tidak melewati hub). Anehnya selain 2 komputer tersebut, komputer yang lain mempunyai jaringan komunikasi data yang cukup bagus. Para ahli jaringan telah berusaha keras untuk memecahkan masalah tersebut, mulai dari mengecek settingan jaringan di kedua komputer, dan anehnya komputernya bisa di ping (perintah untuk mengecek terkoneksi atau tidaknya sebuah jaringan), namun untuk mengakses file sharing atau print sharing ternyata tidak bisa dilakukan.
Setelah beberapa kali mengganti kabel, mengganti card ethernet, dan beberapa kali menginstall ulang sistem operasinya, akhirnya secara kebetulan para teknisi menemukan apa penyebabnya?, kenapa?, karena di ujung kabel (kalau dulu kabelnya kabel coaxial, tidak seperti RJ45 yang sekarang ini) tertempel sebuah serangga (bug) yang telah mati. Insiden ini kemudian menjadi pameo bagi orang komputer untuk mengecek kesalahan dalam permasalahan komputer, dari teknisi sampai ke programmer, lekatlah istilah DEBUGGING (mencari serangga) untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Debugging bisa didapatkan melalui kesalahan-kesalahan dalam membuat sebuah program, jadi saya mengkompilasi beberapa kesalahan yang sering terjadi jika seseorang membuat program dengan menggunakan aplikasi Turbo Pascal. Kesalahan-kesalahan ini saya rangkum dalam sebuah powerpoint, mungkin bisa dimanfaatkan, jika anda tertarik silahkan download disini. Selamat Belajar....
Minggu, 12 Oktober 2008
Materi Kuliah Algoritma dan Pemrograman Manajemen Informatika Pertemuan 3 Ganjil 2008/2009
Pada perkuliahan di lokal manajemen informatika, saya bersama Pak Iswandi, M.Kom. menyajikan matakuliah ini rencananya dengan menggunakan 2 buah bahasa pemrograman yakni TURBO BASIC dan TURBO PASCAL. Selain sebagai bahan perbandingan juga dapat dijadikan untuk lebih memantapkan pemanfaatan algoritma dan flowchart yang digunakan.
Pada pertemuan ketiga ini dibahas tentang simbol-simbol flowchart dan cara penerapannya mulai dari kasus yang sederhana (seperti algoritma menelepon di telepon umum), sampai dengan algoritma menghitung luas segitiga, luas persegi panjang, dan volume balok. Semuanya disajikan berikut flowchart dan dilengkapi dengan source code program, dan langkah-langkah awal penggunaan Turbo Basic 7.0, tertarik?, silah download disini, selamat belajar....
Pada pertemuan ketiga ini dibahas tentang simbol-simbol flowchart dan cara penerapannya mulai dari kasus yang sederhana (seperti algoritma menelepon di telepon umum), sampai dengan algoritma menghitung luas segitiga, luas persegi panjang, dan volume balok. Semuanya disajikan berikut flowchart dan dilengkapi dengan source code program, dan langkah-langkah awal penggunaan Turbo Basic 7.0, tertarik?, silah download disini, selamat belajar....
Jumat, 10 Oktober 2008
Materi Kuliah Pemrograman Berorientasi Objek II Pertemuan 3 s.d 5 Ganjil 2008/2009
Pada perkuliahan Pemrograman Berorientasi Objek Pertemuan 1 sampai dengan ke 4 membahas tentang penggunaan perintah SQL. Kemudian pada pertemuan ke 5 membahas tentang pengaplikasian perintah-perintah tersebut menggunakan 2 buah database machine yakni Microsoft SQL Server 2000 dan MySQL- Pertemuan 3, membahas tentang ORDER BY, fungsi Aggregat, dan GROUP BY (download)
- Pertemuan 4, evaluasi tentang perintah-perintah SQL Sebelumnya dan menggunakan klausa HAVING, serta menggunakan perintah SELECT untuk multi tabel (download)
- Pertemuan 5, membahas tentang penggunaan 2 buah aplikasi database yang banyak digunakan di lapangan SQL Server 2000 dan MySQL (ٍٍdownload)
Selamat belajar...
Selasa, 07 Oktober 2008
Materi Kuliah Pascal Tadris Matematika Semester Ganjil 2008/2009 Pertemuan 4: Flowchart dan Kondisi
Dalam membuat sebuah program, seorang programmer harus mengkonsep dulu pemikiran apa-apa yang akan dilakukan dan dihasilkan oleh program, input apa yang diberikan dan lain sebagainya. Konsep ini dikembangkan di kepala programmer saja. Tentu saja untuk menyampaikannya kepada orang lain memerlukan sarana. Sarana yang digunakan untuk memetakan pikiran sang programmer adalah dalam bentuk sebuah Bagan Alir atau Flowchart.Perkuliahan pertemuan ke 4 ini membahas tentang simbol-simbol dari flowchart, dan bagaimana menerapkannya terhadap kasus mencari Luas, Volume dan lain sebagainya, akan ada berbagai kasus untuk membuat program mencari luas segitiga, mencari luas persegi panjang, sampai dengan mencari volume balok.
Masing-masing simbol akan bisa diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman yang digunakan oleh programmer. Dalam hal ini bahasa pemrograman Pascal, akan ditampilkan salah satu contoh bagaimana menerapkan flowchart tersebut dalam bahasa pemrograman pascal.
Dalam pertemuan ini juga akan dibahas lebih mendetail mengenai salah satu simbol dalam flowchart, yakni decision. Bagaimana menentukan aksi setelah memilih 2 kondisi yang benar dan salah. Selamat Belajar...
(Download .ppt Pertemuan 4)
Kamis, 02 Oktober 2008
Materi Kuliah Paket Program Aplikasi Semester Ganjil 2007/2008
Kuliah Paket Program Aplikasi merupakan matakuliah yang membahas tentang pemanfaatan aplikasi-aplikasi perkantoran seperti Word, Excel dan Powerpoint, serta pengenalan internet kepada mahasiswa. Berikut ini merupakan materi kuliah yang diberikan dalam format power point (.ppt)- 1. Perkelanalan Paket Program Aplikasi (Download .ppt)
2. Email, membuat, mengirim dan memeriksanya
4. Microsoft word: tampilan layar utama, perintah-perintah dasar
5. Microsoft word: perintah tingkat lanjut 1
6. Microsoft word: undo/redo, picture, autoshape,wordart,clipart,picture from file,format picture, text wrapping, ukuran gambar, kolom, cara memformat kolom, tabel, membuat tabel, mengubah ukuran kolom, menambahkan baris / kolom, menghapus baris / kolom. merge cell, alignment cell, footnote, header dan footer, penomoran halaman, mail merge
7. Microsoft Powerpoint: Presentasi, Layar Powerpoint, membuat presentasi baru, menambah slide baru, slide layout, slide show, navigasi slide, slide design, menambahkan gambar, menambahkan animasi
9. Microsoft Excel: Workbook, layar kerja excel, modifikasi sheet, tabel, cell, range, isi cell, jenis isian cell: data, data otomatis, alamat cell, hasil kalkulasi- 10. Microsoft Excel: Fungsi If (download pertemuan 10 .ppt)
- 11. Microsoft Excel: SUMIF, COUNTIF, alamat absolut, VLOOKUP, grafik (download pertemuan 11 .ppt)
- 13. Macromedia Dreamweaver: membuat website, membuat local site, editing files, membuat halaman baru, mengganti page header, menambahkan image (download)
Silahkan di download, selamat belajar...
Materi Kuliah Algoritma dan Pemrograman Pascal Tadris Matematika Semester Ganjil 2008/2009 Pertemuan 3
Program aplikasi yang dirancang dalam bentuk apapun, akan digunakan oleh bermacam ragam pengguna. Ada yang telah berpengalaman menggunakan komputer, namun tidak tertutup kemungkinan pengguna adalah orang sangat awam dalam menggunakan komputer. Dengan asumsi tersebut, program yang dirancang haruslah user friendly, artinya dengan hanya melihat program si pengguna sudah tahu maksud aplikasi yang akan dijalankan dan cara menjalankannya.Berikut ini merupakan materi kuliah untuk Algoritma dan Pemrograman Pascal Program Studi tadris matematika STAIN Batusangkar semester ganjil tahun akademik 2008/2009 (Dalam format powerpoint .ppt) tentang membuat program yang user friendly:
silahkan di download, selamat belajar...!
Jumat, 19 September 2008
Materi Kuliah Pemrograman Berorientasi Objek II Semester Genap Tahun Akademik 2007 / 2008
Kuliah ini dilaksanakan untuk melanjutkan kuliah OOP II, adapun materi perkuliahan ini adalah koneksi visual basic dengan SQL Server 2000, dengan menggunakan ADO (ActiveX Data Object), ADODB, ADODC, dan perintah-perintah SQL, yang berisi perintah Data Definition Language, Data Manipulation Language, dan Data Control LanguagePerkuliahan ini diberikan contoh kasus pada sistem informasi akademik, mulai dari entri matakuliah, entri mahasiswa, pengisian KRS dan pencetakan KRS dengan Seagate Crystal Report 7. Program dibahas dengan menggunakan Visual Basic 6.0, materi kuliah berupa microsoft powerpoint.
- Pertemuan 1
- Pertemuan 2
- Pertemuan 3
- Pertemuan 4
- Pertemuan 5
- Pertemuan 6
- Pertemuan 7
- Pertemuan 8
- Pertemuan 10
- Pertemuan 11
- Pertemuan 12
- Pertemuan 13
- pertemuan 14
- Pertemuan 15
Kamis, 18 September 2008
Materi Kuliah Pemrograman Berorientasi Objek I Semester Genap 2007/2008
Berikut ini merupakan materi perkuliahan berorientasi objek pada program D.III. Manajemen informatika Semester Genap tahun akademik 2007/2008. Matakuliah ini membahas tentang bagaimana membuat sebuah program persediaan barang sederhana dengan menggunakan microsoft visual basic 6.0, dengan software pembuat laporan seagate crystal report 7.0. dan menggunakan microsoft access 97 (dengan menggunakan antar muka visual data manager yang tersedia pada visual basic.- Pertemuan 1
- Pertemuan 2
- Pertemuan 3
- Pertemuan 4
- Pertemuan 5
- Pertemuan 6
- Pertemuan 7
- Pertemuan 8
- Pertemuan 9
- Pertemuan 10
- Pertemuan 11
- Pertemuan 12
- Pertemuan 13
- Pertemuan 14
- Pertemuan 15
Langganan:
Postingan (Atom)